Ekspor perikanan 2010 ditarget US$2,9 miliar
Bidik pasar Timur Tengah dan Afrika
Dengan berjalannya program revitalisasi tambak yang dicanangakan pada tahun ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Fadel Muhammad memperkirakan ekspor produk perikanan Indonesia tahun 2010 akan mengalami pertumbuhan yang cukup bagus.
"Untuk ekspor, kami berharap tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu. Ekspor Indonesia untuk produk perikanan akan mengalami peningkatan," kata Fadel Muhammad di sela-sela acara Musyawarah Nasional Asosiasi Penguasaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) di Hotel JW Marriot, Surabaya, Senin (18/1/10).
Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan dan Laut, Departemen Kelautan dan Perikanan, Husein Martaun, menyatakan bahwa target ekspor produk perikanan Indonesia tahun 2010 mencapai US$2,9 miliar, meningkat dari realisasi ekspor tahun lalu sebesar US$2,6 miliar.
"Kami menargetkan, ekspor produk perikanan Indonesia 2010 akan mengalami peningkatan, dari US$2,6 miliar di tahun 2009 menjadi US$2,9 miliar," tambahn Husein.
Fadel mengungkapkan, untuk mencapai target tersebut, saat ini Indonesia telah membidik pasar baru, yaitu Timur Tengah dan Afrika.
Selama ini, lanjutnya, ekspor Indonesia masih didominasi ke negara tujuan tradisional, yaitu Jepang, negara-negara Eropa, dan Amerika Serikat dengan persentase sebesar 70% dari total ekspor. Selanjutnya ke Asean yang mencapai 12% dan sisanya ke Asia Timur sebesar 11%.
Pada tahun ini, Indonesia telah mencoba masuk di pasar Timteng dan Afrika. Sebab potensi ekspor ke dua negara tersebut sangat besar. Bahkan, menurut Fadel, potensi impor Timteng untuk produk perikanan mencapai lebih dari US$1 miliar.
"Namun, yang harus jadi catatan, kita harus siap bersaing dengan lawan tangguh kita, yaitu Thailan, Vietnam, dan China," katanya.
Sebab, lanjutnya, ketiga negara tersebut selama ini telah menguasai pasar di dua negara tersebut. Sumber : www.kabarbisnis.com,18 Januari 2010
|