Visitor
We have 2 guests onlineVisitors: 11188
Indonesia mulai ekspor ikan ke Timteng
Iran butuh pasokan besar dari Indonesia SURABAYA: Produk perikanan Indonesia yakni pre-cooked tuna mulai tembus pasar ikan di Timur Tengah (Timteng) setelah diekspor perdana ke Iran total 10 kontainer, senilai US$90.000 per kontainer. Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Martani Huseini menuturkan ekspor perdana ke Iran berupa pre-cooked tuna ini merupakan bagian program diversifikasi hasil perikanan ke Timur Tengah. "Sebenarnya mereka berkeinginan ekspor tuna dalam bentuk gelondongan, tetapi hal tersebut tidak bisa karena dilarang," tuturnya di sela-sela menghadiri pelepasan ekspor produk perikanan Indonesia ke Timur Tengah di Surabaya kemarin. Selain itu, tambahnya, jika diimpor secara gelondongan tidak akan ada nilai tambah di dalam negeri. Berdasarkan data P2HP saat ini terdapat 25 buah unit pengolahan ikan (UPI) yang ekspor ke Timur Tengah. Jenis produk yang diekspor. Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menuturkan peluang untuk meningkatkan ekspor ke Timteng masih tinggi. "Kami berupaya untuk memperluas akses pasar baik domestik maupun luar negeri," ujarnya. Hal ini untuk mendukung strategi Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara penghasil produk kelautan dan perikanan terbesar di dunia pada 2015.
Sumber: Ditjen Perikanan Tangkap & Ditjen Perikanan Budidaya "Mengapa dipilih Timur Tengah? Karena wilayah ini dan Afrika sangat potensial sebagai pasar baru di luar pasar tradisional," ujarnya. Selama ini pasar tradisional untuk produk ekspor hasil perikanan adalah Amerika, Eropa, dan Jepang. Pasar tradisional ini mencapai 70%. Sementara itu, negara anggota Asean mencapai 12%, negara di Asia Timur seperti China, Korea Selatan, dan Taiwan mencapai 11%. Adapun, sisanya merupakan pasar ke Afrika, Amerika Latin, eks Eropa Timur dan Timur Tengah. Produk perikanan Indonesia yang diekspor ke Timteng a.l. Tuna beku, tuna kaleng,bandeng beku, cumi-cumi, dan udang. Managing Director Behsidan Protein Product-importir Iran-Ehsan Hosseini menuturkan impor ini diharapkan akan terus dilakukan. "Kami membutuhkan pasokan yang sangat besar dari Indonesia," katanya. Presdir Pasific Harvest Aminoto sebagai eksportir mengharapkan ekspor ke Iran ditargetkan mencapai 30 hingga 40 kontainer sekali pengiriman. "Ini kontrak jangka panjang," ujarnya. Direktur Pemasaran Luar Negeri Kementerian Kelautan dan Perikanan Saut P. Hutagalung menyatakan di Timur Tengah ada dua negara yang dijadikan pintu masuk pemasaran produk asal Indonesia yakni Dubai dan Iran. "Dubai diharapkan sebagai penghubung untuk menyebarkan produk perikanan. Begitu pula dengan Iran," katanya. Selain itu Indonesia juga menggunakan ajang forum Developing 8 yang terdiri dari delapan negara yakni Indonesia, Nigeria, Mesir, Malaysia, Bangladesh, Turki, Iran, dan Pakistan. Pada sidang D-8 yang akan diselenggarakan di Mesir pada tahun ini, delegasi Indonesia akan mempresentasikan proposal yang mengusulkan peningkatan perdagangan antarnegara. "Proposal kedua adalah harmonisasi sistem jaminan kualitas dan keamanan dari produk perikanan dan kelautan," katanya. Baru-baru ini, Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Martani Husein melakukan kunjungan dan pertemuan ke berbagai pusat pemasaran hasil perikanan Timur Tengah, yakni di Abu Dhabi, Dubai, Ajman dan Sharjah. Peluang pasar produk perikanan Indonesia, di UEA adalah sebagai jembatan penghubung kegiatan perdagangan dan jasa keuangan untuk wilayah Timur Tengah. Distribusi barang Infrastruktur tersedia, terutama di Dubai, baik lintasan udara maupun laut internasional dari Indonesia serta dari Dubai ke negara lain di Timur Tengah dan Afrika. Dengan demikian, UEA dapat dijadikan simpul distribusi barang dan jasa ke Wilayah Timur Tengah, Eropa dan Afrika, baik produk perikanan maupun produk lainnya. Income perkapita masyarakat UEA yang tinggi telah mendorong kebutuhan impor terhadap ikan olahan dan ikan hias. Kebutuhan tersebut lebih meningkat dengan adanya kebutuhan para wisatawan, haji dan umrah. Hasil perikanan bagi UEA selama ini dipasok dari Thailand, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan sebagian kecil dari Indonesia. Adapun, produk ikan segar disuplai terutama dari Oman, dan produk ikan asin dipasok dari India, Pakistan, dan Banglades. Ikan hias laut asal Indonesia, telah menghiasi akuarium laut terbesar di Dubai Mall dan Hotel Atlantis, Dubai. Peritel ikan segar, seperti Carrefour dan Lulu Supermarket yang bermarkas di Abu Dhabi, berkeinginan besar untuk mendatangkan ikan kerapu hidup dari Indonesia. "Namun, terkendala oleh kargo pesawat. Supermarket yang terbaru di UEA ini memiliki outlet di wilayah Timur Tengah," ujar Martani. Bisnis Indonesia, 19 Januari 2010
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||









