Mendesak, revitalisasi industri perikanan
Jatim jadi proyek percontohan


Senin, 18 Januari 2010

SURABAYA, kabarbisnis.com: Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Fadel Muhammad berjanji akan melakukan percepatan revitalisasi tambak untuk meningkatkan kinerja dan produksi industri pengolahan ikan di Indonesia.

Hal ini dilakukan mengingat faktor penyebab rendahnya tingkat produksi perikanan di Indonesia adalah sulitnya pasokan bahan baku.

Menurut Fadel, persoalan bahan baku produk perikanan selama ini masih belum bisa terselesaikan. Sehingga hal ini menyebabkan produksi perikanan Indonesia terus mengalami penurunan.

"Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mengagendakan program revitalisasi tambak secara bertahap," kata Fadel Muhammad usai membuka Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) yang sebelumnya bernama Asosiasi Pengusaha Cooldstorage Indonesia (APCI) di JW Marriot, Surabaya, Senin (18/1/10).

Menurut Fadel, dengan melakukan revitalisasi tambak, diharapkan problem sulitnya pasokan bahan baku akan terselesaikan.

"Tahap awal, kami akan melaksanakan revitalisasi tambak ini di wilayah Jawa Timur (Jatim) dengan luas lahan yang akan direvitalisasi seluas 1.000 hektar," katanya.

Untuk itu, lanjut Fadel, nanti malam, akan dilakukan rapat dengan pemerintah provinsi Jatim. Dan saat ini, inventarisasi telah dilakukan oleh Pemprov Jatim.

"Selain itu, kami juga akan genjot dengan penggunaan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang akan dialokasikan untuk petani tambak," katanya.

Selain itu, pengaturan benur juga akan dilakukan agar produksi pertanian bisa mengalami peningkatan.

Fadel mengungkapkan, pertumbuhan produksi perikanan Indonesia sejauh ini masih bagus, grafik masih menunjukkan kenaikan. Namun kenaikan tersebut tidak signifikan

 

Supported by


Please wait while JT SlideShow is loading images...
Photo Title 1Photo Title 2Photo Title 3Photo Title 4Photo Title 5