Indonesia butuh pelabuhan perikanan internasional
Senin, 30 November 2009
JAKARTA - Indonesia membutuhkan pelabuhan perikanan berstandar internasional dengan armada penangkapan yang gross tonase (GT) di atas 30 GT. Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhamad mengatakan, kebutuhan pelabuhan tersebut untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai negara penghasil produk kelautan dan perikanan terbesar di dunia pada tahun 2015.
“Fungsi pelabuhan perikanan yang semakin beragam dan kompleks tentunya juga membutuhkan penanganan dan pengelolaan yang semakin kompleks. Untuk itu butuh seorang syahbandar pelabuhan perikanan untuk mengatasi tantangan tersebut,” kata Fadel saat membuka Rapat Kerja Teknis Pelabuhan Perikanan di Medan, Sumatera Utara, Senin (30/11/09) seperti dilansir laman Depkominfo. Sehingga, lanjutnya, pelabuhan selain berfungsi sebagai tempat sandar kapal juga harus memiliki fungsi strategis lain, sehingga mempunyai dampak pengganda (multiplier effects) bagi pertumbuhan sektor ekonomi lainnya, yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurut data statistik tahun 2007-2008, produksi perikanan tangkap di laut meningkat 2,71% dari 4,73 juta ton pada tahun 2007 meningkat menjadi 4,86 juta ton pada tahun 2008. Jumlah kapal penangkapan ikan segala ukuran pada tahun 2007 sebanyak 590.314 unit, sedangkan pada tahun 2008 menjadi 590.380 unit atau meningkat 0,01%. Kemudian, pada tahun 2007, jumlah nelayan perikanan tangkap di laut sebanyak 2,75 juta jiwa, sedangkan tahun 2008 meningkat 0,8% menjadi 2,77 juta jiwa |