Produksi udang ditargetkan naik 74,75% dalam 4 tahun
Rabu, 30 Desember 2009
KARANGASEM - Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) menargetkan dalam kurun waktu tahun 2010 – 2014 produksi udang meningkat 74,75% dari 400.000 ton menjadi 699.000 ton yang terdiri dari jenis udang vanname dan udang windu. Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan, udang merupakan komoditi penting karena permintaan konsumsi dalam negeri dan ekspor cukup besar.
“Kedepan Indonesia diharapkan dapat menjadi negara eksportir untuk induk udang vanname” kata Fadel Muhammad saat melakukan peninjauan ke fasilitas produksi induk udang vaname di Broodstock Center, Karangasem, Provinsi Bali, Rabu (30/12/09) seperti dilansir laman Depkominfo. DKP optimistis menaikkan target produksi udang sebab baru memiliki 2 (dua) Pusat Pembenihan Udang Vaname (Broodstock Center), yaitu di Karangasem (Bali) dan Situbondo (Jawa Timur). Diharapkan dengan adanya dua Broodstock Center ini, posisi Indonesia sebagai penghasil udang di dunia dapat naik dari peringkat empat jadi pertama. Sejak tahun 2005, pemerintah mencanangkan budidaya udang sebagai salah satu komoditas unggulan revitalisasi perikanan. Untuk mencapai target produksi udang sebesar 540.000 ton, diperlukan induk sedikitnya 900.000 ekor dan benur udang 52,31 milyar ekor. Dalam upaya mendongkrak industri udang nasional, aspek produksi induk unggulan nasional masih banyak kendala. Diharapkan dengan adanya Pusat Pembenihan Udang ini, dapat tercapai target membangkitkan kejayaan budidaya udang. Tahun ini Indonesia masih melakukan impor induk vaname sebanyak 320.000 ekor, sedangkan kebutuhan dalam negeri untuk induk vaname mencapai 900.000 hingga 963.000 ekor per tahun.(kabarbisnis.com) |